Bendera Permanen Ukuran 45 x 8 Meter di Bener Meriah Digagas Oleh Wadanjen Kopassus

15-08-2019 11:02:43

REDELONG - Bendera raksasa terbuat dari semen berukuran 45 x 8 meter, yang berada diketinggian 1500 meter dari atas permukaan laut, di bukit kampung Bale Redelong, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Ternyata digagas oleh Wadanjen Kopassus, Brigjen TNI Muhammad Hasan, pada tahun 2011 lalu Hal tersebut disampaikan Kadis Kominfo Bener Meriah, Irmansyah,  kepada Serambinews. Com, Rabu (14/8/2019).

Ia mengatakan, sebelum adanya kegiatan pembersihan lokasi bendera raksasa itu, beliau sempat  bersilaturahmi ke mako Kopassus di Cijantung dengan salah satu dari penggagas pembuatan bendera permanen ini, yang sekarang menjadi Wadanjen Kopassus,  Brigjen TNI Muhamad Hasan.

"Alhamdulillah saya  mendapatkan amanah langsung untuk membersihkan dan pengecatan kembali bendera permanen tersebut, setelah dibangun pada 6 Mei 2011 lalu, " ungkap Irmansyah.

Kemudian berkoordinasi dengan Komandan Kodim 0106 Letkol Inf Hendri Widodo juga Komandan Batalyon RK 114/SM, Letkol Inf Valyan Tatyunis, sehingga bendera raksasa tersebut dipugar kembali.

Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, lanjutnya, personel Batalyon RK terjun langsung membersihkan.

Dalam beberapa hari kedepan pengecatan kembali dengan warna Merah dan Putih, yang di koordinir oleh Wadanyon RK 114/SM, Mayor Seto.

Hal ini bertepatan dengan peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan HUT RI ke 47  Tahun 2019.

Disebutkannya, bendera tersebut dulu diresmikan pada 14 November 2011 oleh Pangdam IM, Mayor Jenderal TNI, Adi Mulyono, dan Bupati Bener Meriah, Ir Tagore Abu Bakar.

Sedangkan untuk batu pertama pembangunan dilakukan pada 6 Mei 2011.

Dikatakannya, bendera Merah Putih yang dibangun di Bener Meriah itu belum ada di daerah lain, sehingga memiliki keunikan tersendiri.

Disamping itu juga Irmansyah mengatakan, dengan adanya bendera permanen tersebut  seluruh  masyarakat dataran tinggi Gayo akan sangat bangga dengan keberadaan bendera permanen tersebut.

Karena mempunyai nilai juang yang dimiliki untuk mengenang pejuang yang telah merebut dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ditambahkannya, berdasarkan fakta sejarah disaat agresi militer Belanda ke II pada Desember 1948- 1949.

Dari koordinat  hutan belantara  Rimba Raya, Bener Meriah, disuarakan  bahwa Indonesia masih ada.

Ini untuk meng-counter berita hoaks yg disampaikan  melalui radio hilversum milik Belanda, dimana dikatakan Republik Indonesia sudah bubar.

"Radio perjuangan rimba raya inilah sebagai penyuara terakhir bangsa ini yg menyampaikan kepada dunia bahwa republik Indonesia masih eksis dan akhirnya sampai ke konfrensi meja bundar.

Dan bendera raksasa ini merupakan lambang bagaimana wilayah ini mempunyai peran besar terhadap mempertahankan kemerdekaan," ungkap Irmansyah.

Diketahui, keberadaan bendera tersebut berada diketinggian 1.500 meter dari permukaan laut.

Bahkan, rencananya bukit merah putih ini akan dijadikan destinasi wisata di Bener Meriah.

"Setelah pelaksaan upacara memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan HUT RI ke 74 ini, rencananya kita juga akan menerjunkan tim paralayang dari puncak merah putih yang membawa bendera berukuran 17 x 8 meter," pungkas Kadis Kominfo Bener Meriah, Irmansyah. (*)

(Sumber : http://aceh.tribunnews.com)