Sambut HUT RI Ke-74, Bataliyon Satria Musara Bersihkan Bendera Merah Putih Raksasa

15-08-2019 11:29:48

Redelong– Dalam Rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 74 Tahun 2019, Batalyon RK 114/SM membersihkan Bendera Merah Putih raksasa berukuran 45×8 meter, yang terletak di pegunungan Desa Bale Redelong, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Minggu (11/08/19).

Komandan Batalyon RK 114/Satria Musara, Letkol Inf. Valyan Tatyunis, mengatakan, bendera raksasa permanen yang terbuat dari semen dengan ukuran 45 x 8 meter, memiliki keunikan, sehingga layak untuk dijadikan sebuah fakta bersejarah sekaligus lambang persatuan dan kesatuan.

“Ini merupakan suatu kelebihan yang patut dibanggakan dari masyarakat Dataran Tinggi Tanah Gayo sehingga nantinya bendera Merah Putih ini akan menjadi bukti sejarah terhadap generasi penerus bangsa ini. Mengerti dan mengetahui serta menghargai jasa para pahlawannya,” tegas Danyon bersemangat.

Menurutnya pembangunan bendera tersebut yang melambangkan semangat juang masyarakat Bener Meriah merupakan simbol keperkasaan perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan sang Merah Putih di daerah berhawa dingin ini.

Kadis Kominfo Bener Meriah, Irmansyah, S.STP menyampaikan sebelum adanya kegiatan pembersihan tersebut, ia sempat bersilaturahmi ke Mako Kopassus di Cijantung dengan salah satu dari penggagas pembuatan bendera permanen ini, yang sekarang menjadi Wadanjen Kopassus Brigjen TNI, M. Hasan.

Irmansyah mendapatkan amanah langsung untuk membersihkan dan pengecatan kembali bendera permanen tersebut. Lalu Irmansyah melaporkan kepada Bupati Bener Meriah, Tgk. H. Sarkawi dan berkoordinasi dengan Komandan Kodim 0106 Letkol Inf. Hendri Widodo juga komandan Batalyon RK 114/SM, Letkol Inf Valyan Tatyunis, baru baru ini.

Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Personil Batalyon RK terjun langsung membersihkan dan dalam beberapa hari ke depan akan kita lakukan pengecatan kembali dengan warna Merah dan Putih, yang dikoordinir oleh Wadanyon RK 114/SM, Mayor Seto. Hal ini bertepatan dengan peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan HUT RI ke 47 Tahun 2019, kata Irmansyah.

Bendera tersebut sudah diresmikan tanggal 14 November 2011 oleh Pangdam IM, Mayor Jendral TNI, Adi Mulyono, dan Bupati Bener Meriah, Ir.Tagore Abu Bakar. Dikatakan, bendera Merah Putih permanen yang dibangun di Bener Meriah itu belum ada di daerah lain, sehingga memiliki keunikan tersendiri.

Di samping itu juga Irmansyah mengatakan, dengan adanya bendera permanen tersebut kita seluruh masyarakat Dataran Tinggi Gayo sangat berbangga dengan keberadaan bendera permanen tersebut. Bendera tersebut bisa sebagai untuk mengenang pejuang yang telah merebut dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kata Irmansyah, bahwa Kabupaten Bener Meriah ada Historis tersendiri. Saat agresi militer Belanda ke II Desember 1948- 1949 dari koordinat hutan belantara Rimba Raya, Bener Meriah, disiarkan bahwa Indonesia masih ada dan mengkounter berita hoaks dari pihak Belanda.

Pada waktu itu disampaikan melalui Radio Hilversum milik Belanda bahwa Republik Indonesia sudah bubar. Dengan Radio Perjuangan Rimba Raya inilah sebagai penyuara terakhir bangsa ini yang menyampaikan kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih eksis dan akhirnya sampai ke Konfrensi Meja Bundar.

Keberadaan bendera Merah Putih tersebut berada di ketinggian 1500 meter dari permukaan laut. Ke depan, bukit Merah Putih ini, akan dijadikan destinasi wisata di tempat tersebut. Dan akan menjadi tujuan wisata di Bener Meriah.

Setelah pelaksanaan upacara memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan HUT RI ke 74 tahun 2019, kita juga akan menerjunkan tim Paralayang dari puncak Merah Putih yg membawa bendera yg berukuran 17 x 8 M dan akan mendarat di lapangan upacara simpang tiga redelong, tutup Irman.* (lintasgayo.com/pm/ihfa/fa)